Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

Malacca, I'm in Love!

Pukul 04.00, malam telah larut, lampu pun telah padam. Di malam minggu yg selalu-seperti-biasanya ini, gw cuma duduk di kamar, menghabiskan film, dan mengobrol panjang lebar dengan teman-teman. Yap, rutinitas seorang jomblo. Sebenarnya gw udah beberapa menit yg lalu mematikan lampu kamar, menutup jendela, dan memasang posisi cakep di bawah selimut buat tidur kece. Tapi seperti biasa, fikiran-fikiran berterbangan di kepala gw, dialog-dialog kesendirian mengusik hening gw. Kadang beberapa gambar dan video hadir di kepala gw seperti slide show buatan dosen gw. Tapi kali ini, slide show itu membawa perasaan senang ke dalam hati gw. Dan anehnya, gw bisa senyum-senyum sendiri, bahkan hampir ketawa dalam posisi baring. Dan kalimat demi kalimat pun datang, hal yg selalu terjadi kalau keterpanggilan buat nulis pengalaman gw di blog muncul. Ah, Melaka kemarin terlalu indah, bahkan terlalu indah untuk ditulis dalam sebuah coretan malam ini.

***

Hari itu adalah Rabu malam. Gw masih sibuk mengerjakan assignment dari Dr. Isham untuk kelas Logics. Di tengah kepusingan gw merangkai satu demi satu pikiran gw menjadi makalah dalam bahasa Inggris, Efan mengirim pesan Whatsapp ke HP gw, "Zul, anak2 mau ke Melaka nih, berangkat besok malam sampai Jum'at. Lo mau ikut ga?". Gw mikir sejenak buat ikut apa ngga, soalnya hari Jum'at malam gw ada rapat yg harus gw hadirin. Tapi, jalan bareng anak-anak adalah satu hal yg paling gw impi-impikan, soalnya selalu aja menyenangkan (kami pernah ke Taman Tasik Titiwangsa dulu, and it was amazing!). Btw, anak-anak ini maksudnya adalah anak-anak angkatan gw, angkatan 12( iya, angkatan lusinan yg pernah menang futsal bola gila itu loh, hahaha). Gw sempat nanya lagi ke Efan, kira-kira Jum'at malam udah balik ke kampus lagi atau belum. Efan dengan jawaban diplomatisnya meyakinkan gw, insyaallah Jum'at malam kita udah balik ke kampus. "Gimana? Ikut ngga? Kalau ikut dimasukkin ke grup nih", tanyanya lagi (udah adat anak 12 kalau mau ada acara, pasti bakal bikin grup WA). Setelah mikir-mikir dan nego-nego, gw mutusin buat ikut walaupun sebenarnya gw udah berkali-kali ke Melaka dari jaman SMP. Terus kenapa ikut? Kebersamaannya itu loh, coy! Dan akhirnya gw fix ikut, terus dimasukkan ke grup WA yg namanya MALAKA (terus dikasi emot lope-lope tiga kali).

*teks pesan WA nya Efan ga persis seperti itu. Berhubung HP gw baru hilang, gw cuma bisa mengira-ngira seperti apa bunyinya. Yah, kira-kira seperti itulah*

Ternyata di grup itu udah rame banget anak 12 yg udah join. Ada 19 orang termasuk gw. Alhamdulillah, gw bukan yg terakhir dimasukkan ke grup, masih ada Rulli yg jadi nomor terakhir (sebenarnya Efan tega juga sih baru ngajak gw di ujung-ujung -_-). Akhirnya fix 20 orang yg ikut; 8 orang cowok dan 12 orang cewek. Semuanya anak-anak 12 kecuali Nadia, karena Nadia sebenarnya anak 13, tapi sering gabung sama anak-anak 12. Tapi jangan takut Nad, walaupun lo anak 13, tapi kita sehati koq. Eh, maksudnya hati kita sama-sama 12, Nad. HAHAHA.

Sabtu, 26 April 2014

Untukmu, Bidadari Surgaku

Untukmu,
Perempuan yg aku kagumi,
Teman pendamping hidup dan mati,
Sahabat penghias mimpi dan hari,
Cinta penentram batin dan sanubari,
Kekasih tempat melabuh hati,
Ibunda dari penerus generasi,
Bidadari surgawi, yg denganmu aku ingin hidup abadi.

Entah dimana engkau sekarang, entah apa yg engkau lakukan sekarang,
Aku berdo'a semoga engkau dalam keadaan baik-baik saja, dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Kadang aku bertanya dalam diriku, sebenarnya kamu siapa? Kamu adalah perempuan yg mana?
Aku tidak tau siapa dirimu, mungkin aku telah mengenalmu, dan mungkin aku belum mengenalmu.
Kadang aku berfikir, kenapa tidak secepatnya kamu hadir di hadapanku? Apakah kamu tidak merindukanku?
Aku merindukanmu, walaupun aku tidak tahu kamu siapa dan apakah kamu merindukanku.
Tapi takdir Allah lah yg menentukan. Tak ada sesuatu yg terjadi keluar dari apa yg Allah gariskan.
Mungkin saat ini kita belum saling bertemu, mungkin saat ini kita belum saling mengenal.
Allah sembunyikan kamu dariku, dan aku darimu, sampai waktu yg tepat datang.
Mungkin juga saat ini kita sudah saling mengenal, sudah saling dekat.
Tapi jika waktu yg Allah janjikan belum tepat, kita tak kan pernah menyatu.
Seperti dua lautan yg Allah takdirkan untuk bertemu, tapi tidak bersatu.
Kita adalah aktor, tapi tetaplah Allah yg menjadi Sang Produser,
Kita adalah puzzle dan kepingannya, tapi tetaplah Allah yg menjadi Sang Pemain,
Kita adalah mimpi-mimpi, dan hanya Allah lah yg mampu mengatur dan merangkainya.
Semuanya Allah lakukan dengan waktu yg tepat, dengan cara yg tepat.
Terpujilah Allah, kembalikan semuanya ke Allah.

***

Ya Allah, jikalau kami belum pantas berjumpa, maka sembunyikanlah kami sampai kami Engkau mantapkan, dan pantaskanlah kami untuk berjumpa dalam tangguh waktumu.
Jikalau kami belum pantas mencintai, maka cabutlah cinta kami sampai kami mencintai Engkau seutuhnya, dan pantaskanlah kami untuk bersama menggapai cintaMu
Jikalau kami belum pantas memiliki, maka cabutlah rasa ketakutan kami atas kehilangan selain Engkau, dan pantaskanlah kami untuk memiliki rasa cinta ini.

Jumat, 03 Januari 2014

It's FAITH. It's IMAN

Dialog ini adalah hasil copy-paste dari grup IKMP Malaysia yg di posting oleh bang Hardi. Tulisan beliau bersumber darimana, wallahu a'lam. Tapi tulisan ini "berisi" dan layak untuk dibagikan. Read it, and increase your faith.


***


Professor : You have a religion, don't you, son?

Student : Yes, sir.

Professor: So, you believe in GOD?
Student : Absolutely, sir.

Professor : Is GOD good?

Student : Sure.

Professor: Is GOD all powerful?

Student : Yes.

Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?

(Student was silent.)

Senin, 28 Oktober 2013

Malu dan Takut

Senin, senja kala hujan turun. Hari ini aku menulis lagi setelah sekian lama absen dari dunia maya ini. Entahlah, aku rindu menulis lagi, bercerita dan sedikit berbagi perasaanku. Entahlah.

***

Setiap orang pernah melakukan kesalahan bahkan mungkin suatu pekerjaan buruk dalam hidupnya, pernah melakukan ataupun sedang, telah berhenti ataupun masih berlanjut. Mungkin bagi sebagian orang, melakukan pekerjaan tadi adalah suatu hal yg biasa saja, lumrah dan maklum. Tak ada masalah orang lain mengetahuinya dengan alasan "terima apa adanya". Tapi sebagian yg lain, membiarkan orang lain mengetahui apa yg kita lakukan adalah sangat memalukan. Karena ia adalah aib yg harus ditutup, rahasia yg harus disimpan. Takut. Sedikit berbahagialah anda yg masih merasakan takut; sebuah fitrah manusia yg sering disalah-posisikan.

Aib ada untuk disembunyikan. Ia tak bisa dilenyapkan, selalu ada dan selalu menjadi mimpi buruk bagi manusia. Pernahkah terpikir, suatu hari nanti saat anda terbangun dari tidur lelap anda, keluar dari rumah di bawah sinar matahari yg hangat seperti biasa, dan ternyata semua orang di sekitar anda tahu aib anda? Pernahkah terbayang, apa yg akan terjadi hari itu, apa yg akan anda lakukan, dan bagaimana anda akan melanjutkan hidup anda? Malu? Sekali lagi berbahagialah jika anda masih termasuk golongan yg merasakan fitrah manusia yg perlahan mulai hilang.

Takut untuk mendengar kenyataan bahwa aib anda terbongkar?
Malu untuk melihat semua orang setelah aib anda terbongkar?
Ketahuilah, aib selamanya adalah aib. Tak lebih dari hal yg setiap manusia takutkan untuk terbongkar, tak juga dari hal yg akan meninggalkan rasa malu ketika ia terbongkar. 

Jika takut dan malu yg kita rasakan kepada manusia sangat besar, maka kepada Allah? Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui apa yg manusia sembunyikan.

إنما ذلكم الشيطان يخوف أولياءه فلا تخافوهم و خافوني إن كنتم مؤمنين

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaithan yg menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yg beriman - Ali Imran 175

Sadarilah satu hal, ketika hari dimana semua mimpi buruk ini menjadi nyata adalah hari dimana Allah menegur kita, memperlihatkan betapa lemah dan hinanya manusia, dan meminta kita untuk kembali ke sisiNya.

Kembalilah selagi masih ada waktu, berbuatlah kebaikan selagi masih ada nafas, sebelum Allah pertunjukkan semuanya di hari yg tak ada lagi perlindungan kecuali dariNya.

و اتقوا يوما ترجعون فيه إلى الله ثم توفى كل نفس ما كسبت و هم لا يظلمون

Dan peliharalah dirimu dari (azab yg terjadi pada) hari yg pada waktu itu semya dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diberi balasan yg sempurna terhadap apa yg dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya - Al Baqarah 281

-sebuah catatan untuk diri sendiri

Jumat, 12 Juli 2013

Al-Ustadz KH.Hasan Abdullah Sahal

Masih dengan judul yg sama dan tema yg sama. Hanya saja kali ini aku mengutip dari bang Fahmi Agustian, semoga bermanfaat :)

Setelah sekian lama tidak memiliki kesempatan mendengarkan tausiyah Ust. Hasan, Alhamdulillah sabtu pekan lalu kesempatan itu akhirnya datang juga di acara Silaturrhami keluarga besar IKPM Gontor cabang Yogyakarta. Beliau merasa berhutang untuk datang ke Yogyakarta setelah sekian banyak alumni datang mengunjungi beliau ke rumah beliau di area Pondok Tahfidz Al Muqoddasah, sehingga beliau merasa harus menunaikan hutangnya untuk mengunjungi keluarga besar IKPM Yogyakarta.

Acara dimulai menjelang pukul 14.00 siang, Hymne Oh Pondokku kembali aku nyanyikan setelah sekian tahun hanya mendengarkan melalui media player notebook ideapad Y430, hari itu aku kembali menyanyikan Hymne Oh Pondokku setelah sekian tahun hanya bisa mendengarkan dari media player di Ideapad Y430-ku.  Setelah sambutan dari tuan rumah dan ketua IKPM cabang Yogyakarta, ayahanda K.H. Hasan Abdullah Sahal memberi tausiyah.

Seperti biasanya, beliau tidak merubah gaya beliau saat memberikan tausiyah, mulai dari pembukaan dan intonasi suaranya, masih sama seperti saat dulu aku mendengarkan tausiyah beliau ketika masih di Gontor beberapa tahun silam. Beliau tidak ingin, di usianya yang sudah menginjak 60 tahun, beliau masih memiliki hutang, apalagi hutang silaturrahmi.

Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal

 Pagi ini, ntah kenapa aku teringat dengan salah seorang Kyaiku, pimpinan pondok modern Darussalam Gontor. Beliau adalah KH. Hasan Abdullah Sahal, sosok teladan yg penuh dengan wibawa. Kali ini aku akan menuliskan pidato yg pernah beliau sampaikan dulu, aku mengutipnya dari bang Gus AR. Selamat membaca :)
(Pidato ini disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal pada malam serah terima amanat Koordinator Gerakan Pramuka. Saya rekam dan saya tulis ulang, karena saya anggap menarik, sangat menarik, maka saya sampaikan kepada teman-teman, semoga ada manfaatnya). Baca yang pelan, ikuti gaya bicara Ust Hasan ketika beliau berpidato, terasa enak dibaca. selamat membaca ya...

Manusia ingat dunia lupa akherat adalah sumber bencana, manusia berusaha tanpa berdoa adalah bencana, manusia berdoa tanpa berusaha adalah bencana. Yang di atas tidak merasa kalau di atas, tidak mau bertanggungjawab atas amanatnya. Yang di bawah juga tidak mau tahu kapan taat dan kapan tidak taat. Disinilah sumber bencana “Karena adanya kekosongan, al ajwaf-jawfa’, keropos, memikirkan materi ndak memikirkan moral, orang memikirkan moral tidak memikirkan materi, akhirnya kekosongan”. Alam rusak karena manusia, manusia tidak menempatkan dirinya sebagai makhluk yang akan memimpin alam. Nabi kita, Nabi kita itu rahmatan lil’alamin, wa maa arsalnaaka illaa rahmatan lil’aalamiin, wa nunazzilu minal Qur’ani maa huwa syifaa’un wa rahmatun. Rahmah, untuk supaya kerahmatanlil’alaminnya Nabi kita Muhammad, untuk menjadi fungsinya al Qur’an sebagai syifa’ dan rahmah perlu hidayah, dan Islam itu lah yang namanya hidayah.

Bagaimana alam di sekitar ini tetap abadi, tetap terjaga, tetap bermanfaat?. Semua itu untuk manusia, di dalam beribadah kepada Allah, Lakum”. Di dalam al Qur’an itu “khalaqo lakum maa fissamaawaati wal ardh” “ja’ala lakumul ardho”, lakum, “alladzii ja’ala lakumul ardho firoosyan wassamaa_a binaa_an”, lakum. Kamu kalau bertanya “hai kebo, hai wedus, hai kadal, kodok, kamu diciptakan untuk apa?”. Mereka akan menjawab “untukmu wahai manusia”. Bertanya kepada nyamuk “Kamu nyamuk diciptakan di dunia untuk apa?”. Mereka akan menjawab“untukmu manusia”. Apalagi tumbuh-tumbuhan, untukmu. Tetapi manusia diciptakan “liya’buduni” untuk menyembah Allah.

Senin, 11 Maret 2013

Wasiat dari Seorang Kyai

Saya berbicara kali ini betul-betul dengan ihlas. Hanya akan saya ambil sedikit-sedikit, dan singkatnya, atau pucuknya saja. Semua yang akan saya sampaikan ini bahkan sedikitnya direkam dan rekaman ini nanti mudah dijadikan buku dan dapat dibaca oleh seluruh umat, sampai sampai pada anak cucu saya sendiri dan anak-anaku sekalian yang ada.

Sebagai mukaddimah, jangan sampai salah terima, kalau pondok modern, Pak Sahal ataupun Pak Zarkasi, itu anti kepada siapapun yang menjadi pegawai, anti kepada priyai, anti kepada buruh, tidak!

Sama sekali tidak. Ini supaya dicatat lebih dulu. Saya tidak menghalangi, saya tidak anti, saya tidak memusuhi, orang yang menjadi pegawai. maka disini saya tekankan di dalam niatmu. Jangan salah niat, kalau sampai salah niat akan rugi hidupmu. Selama hidupmu hanya akan rugi karena salah niat.

Kalau saya, rumah tangga saya, anak istri cucu saya kebetulan kecukupan, jangan katakan saya ini bangga. Saya hanya bersukur saja. Hanya kebetulan, bukan sombong, dan tidak bangga.

Umpamanya masuk pondok modern ini ingin jadi pegawai, itu berarti niatmu sudah kalang kabut. Jangan sampai niatmu itu rusak. Maka disini saya beri jalan, bagaimana cara orang hidup.

Kalau sekarang anak-anak ini kebetulan melarat orang tuanya, jangan kecil hati. Sekiranya anak-anak ini kaya orang tuanya, jangan berbesar hati. Ini diantaranya saya anggap penting dalam pembicaraan saya ini. saya tidak punya apa-apa, tetapi berani hidup. BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI. TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA, ini semboyan saya.

Selasa, 19 Februari 2013

Tajdiidun Niyyah



Sekilas kalimat ini terdengar asing di telinga kita, khususnya orang awam yg tak pernah merasakan kejamnya belajar bahasa Arab. Tajdiidun Niyyah artinya “pembaharuan niat”. Sebelumnya saya akn mencoba menjelaskan sedikit tentang niat, setelah itu masuk ke “pembaharuan” tadi. Bismillah.

Dalam Islam (dan saya yakin di agama lain juga begitu), niat memiliki peran penting dalam setiap perbuatan manusia. Karena hampir semua pekerjaan manusia diawali dengan niat. Niat menentukan apa balasan yg akan didapat dari pekerjaan tersebut (walaupun pekerjaan tersebut baru mendapat balasan; entah itu baik atau buruk, setelah benar-benar dikerjakan). Khalifah Umar RA. pernah berkata, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda:

إِنَّمَا الأعْمَالُ بِالنّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ - متفق عليه
Artinya: Sesungguhnya setiap pekerjaan itu dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa-apa dari yg diniatkannya. Barang siapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya sampai kepada Allah dan Rasul-nya. Barang siapa yang berhijrah karena dunia yang diingininya atau perempuan yang dinikahininya, maka hijrahnya sampai kepada apa yg diniatkan untuk berhijrah kepadanya.

Kamis, 07 Februari 2013

Aku Bangga Jadi IRK!



IIUM, International Islamic University Malaysia, The Garden of Knowledge and Virtue, kampusku saat ini. Seolah tak mungkin aku akhirnya menjejakkan kakiku disini dan menjadi salah seorang mahsiswanya. Karena universitas ini hampir dapat diibaratkan dengan kata "perfect" dalam kamus bahasa Inggris. Lecturer yang cerdik cendikia, subjek yang lengkap, lingkungan yang kondusif, fasilitas yang memadai, sampai ke bahasa yang digunakan juga bertaraf internasional; Inggris dan Arab. Sebenarnya kuliah di universitas ini bukanlah keinginanku, tapi perlu digarisbawahi aku tidak mau kuliah disini bukan karena kemampuanku yang kurang, aku yakin dengan kemampuanku. Yang menjadi masalah adalah biaya yang sangat besar. Tapi orangtuaku menyatakan sanggup dan memintaku tidak usah memikirkan masalah biaya, finally kata-kata dari Miss Eiffel meyakinkanku untuk kuliah disini, "Kalau biayanya emang besar, seharusnya abang bersyukur dan berusaha buat memberikan yang terbaik buat orangtua abang". Dan aku pun berangkat, memulai hidup di negeri tetangga.

Rintangan yang harus kulewati pertama kali sebelum mulai kuliah adalah ujian bahasa; Arabic Placement Test dan English Placement Test. Dan perlu digarisbawahi sekali lagi, ujian ini sulit, pake banget. Aku ingin putus asa, tapi aku ingat banyak orang yg menaruh harapan di pundakku. Maka aku pun berusaha semaksimal mungkin. Tak lupa kunci sukses dari pondok dulu selalu kuamalkan; berdoa, mendoakan dan minta doa. Tanggal 2 Februari kemarin hasil ujian keluar, dan alhamdulillah saya lulus di keduanya. It means, study starts now!

Senin, 20 Agustus 2012

Life Path


Ada yang bilang, manusialah yang menentukan jalan hidupnya sendiri. Berarti jika kita bercita-cita ingin menjadi pengusaha sukses, punya rumah real estate, punya kapal pesiar, bisa bikin pabrik pribadi, kita hanya perlu berjalan dijalannya seorang pengusaha sukses. Jika kita ingin menjadi dokter, kita hanya perlu  berjalan di jalan yang sama dengan jalannya dokter-dokter terkenal abad ini. Tapi semudah itukah?

Saya sendiri masih bingung dengan jalan hidup saya. Kemana saya akan kuliah? Ke Malaysia? Kenapa? Jurusan apa? Mau jadi apa? Nanti mau ngapain? Hadeeh -_-

Berapa banyak orang yang bercita-cita menjadi presiden malah menjadi dosen? berapa banyak orang yang ingin menjadi guru berakhir menjadi tukang sapu? berapa banyak orang yang berharap menjadi cendikiawan malah berprofesi sebagai loper koran? atau kembali ke contoh tadi; kita bercita-cita menjadi pengusaha sukses, tapi malah rugi, berharap untung malah buntung, boro-boro punya rumah real estate, punya kapal pesiar, bisa bikin pabrik pribadi, ujung-ujungnya gulung tikar, alias bangkrut.

Kamis, 26 Juli 2012

Lupa, Lupalupalupa~


Manusia, sebenarnya berasal dari bahasa arab yang berarti man nasiya (yang lupa).

Hakikatnya, manusia adalah makhluk yang sering lupa atu lalai. Lupa janji, lupa kerjaan, lupa tugas, bahkan lupa mandi *hayo siapa ini?*.  Dalam masalah duniawi, lupa bisa berakibat fatal, hilangnya pekerjaan, kesempatan, bahkan rezeki.


Dalam masalah ibadah, orang yang lupa tidak bisa ditimpakan atasnya hukuman. Tapi ini, tentu saja dengan menilik sisi-sisi dari lupa tersebut, apakah lupa itu benar-benar lupa, atau "dilupa-lupakan". Hal ini berdasarkan hadi Rasulullah SAW:

Selasa, 24 Juli 2012

Potret Kelam Seorang Idola


Nazriel Irham a.k.a Ariel. Siapa yang tidak kenal? Vokalis dari band asal Bandung, Peterpan ini meroket namanya dengan album Bintang di Surga. Tak ada yang tak kenal dengan Ariel. Bahkan hingga saat ini, lagu Ada Apa Denganmu masih dinikmati oleh banyak kalangan. Suara yang khas, tampang yang masuk kategori "ganteng", popularitas yang tak tertandingi, membuatnya menjadi idola seluruh umat, terutama kaum hawa. Seluruhnya terkemas begitu sempurna hingga akhirnya terkuak video porno yang direkam oleh Ariel bersama rekan-rekan artis lain pada tahun 2010. Yang terendus (emangnya tulang diendus) memang hanya dua orang, tapi yang tidak terendus bisa jadi lebih banyak dua kali lipat.

Hukum akhirnya berbicara, memutuskan bahwa Ariel harus dihukum penjara selama 2 tahun. Ribuan lidah protes, jutaan mata menangis, milyaran manusia menolak kenyataan. Tapi palu telah berayun, Ariel pun masuk penjara.

Selasa, 27 September 2011

Perkawinan dari Allah

Yang namanya hikmah, manusia ga bakal pernah tahu kapan datangnya. Kadang saat ia dicari, sulit untuk ditemukan. Tapi tak jarang, kadang ia datang dengan tiba-tiba, tanpa tanda-tanda.


***

Saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju Banyuwangi. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 14 jam dikarenakan macet. Waktu yang panjang saya habiskan dengan facebookan di HP, dengerin musik, main game, nonton fim, juga tidur tentunya.

Waktu menunjukkan jam 16.40, saya terbangun dari tidur yang bisa dibilang tidak nyenyak, karena berkali-kali saya harus menahan kepala saya yang berguncang dikarenakan jalanan yang rusak dan macet. Saya merenggangkan badan sambil melihat pemandangan di luar. Toko ****, Probolinggo. Berarti saya sudah di Probolinggo. Saya memutar badan ke arah belakang, koq tema-tema pada serius ngeliat ke depan ya?, pikir saya. Sayapun membalikkan badan melihat ke tempat yang sama. Di depan, TV yang disediakan oleh bis sedang menyala menyiarkan film Malaysia. Mau tak mau saya pun larut dalam tontonan.

Kamis, 22 September 2011

Pertemuan Rasulullah SAW dengan Iblis

dikutip dari apakabardunia.com

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku."
Nabi: "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar ingin membunuhnya.

Nabi: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA : pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Jumat, 19 Agustus 2011

Al-Fatihah: Wajib atau Sunnah


Hari ini, keluarga saya mengadakan buka bersama di kediamannya. Saya, abang saya serta ayah datang sekitar pukul jam 17.30. Ternyata di kediaman saudara saya sudah datang beberapa keluarga yang lain. Karena melihat Riris, saudara saya yang satu angkatan dulu ketika SMP, saya tidak masuk, malah duduk di luar. Baru basa-basi sedikit, langsung ada teriakan dari dalam rumah. "Zul... Zul... Masuk sini dulu! Salam sama Maksu(sebutan untuk tante dalam melayu, ada Mak Su, Mak Ngah, Mak Lang, Mak Long) ni!", perintah ayah. Saya pun masuk dengan keributan luar biasa dari saudara-saudara saya yang lain. Maklum perempuan. "Ustadz ni ye... Dah ustadz die sekarang", kata Maksu saya. "Dah ceramah lom ni?", tanya salah seorang kerabat saya yang lain. "Belom lah, tak ade tawaran", jawabku. "Kalau macam tu tahun depan daftarkan aje ke dinas agame. Biar latihan aje", kata saudara saya yang lain pada ayah. Mati aku ni, saya membatin. "Iye lah", jawabku sambil tersenyum manis.

Minggu, 14 Agustus 2011

Shalat yuk!

Apa yang diajarkan islam dalam shalat?



1. Islam mengajarkan bagaimana kematian.

Bagaimana islam mengajarkan bagaimana kematian dalam shalat? Saat seseorangmemulai shalat, ia menaruh tangan di atas dada, saat itulah ia ditunjukkan beginilah keadaan ia saat mati nanti. Tangan di dada, pandangan ke arah tanah. Dari tanah manusia diciptakan dan kesanalah ia akan kembali. Kemudian bacaan "Wajjahtu Wajhi..." sampai akhir menjadi syahadat kita. Maka ketahuilah shalat, niscaya anda akan mengetahui kematian. Perbaikilah shalat, maka akan memperbaiki kematian nanti.


2. Islam mengajarkan kesehatan.
Telah dibuktikan oleh para pakar-pakar kesehatan dunia, bahwa shalat terbukti menyehatkan tubuh. Mulai dari takbiratul ihram yaang melancarkan darah, getah bening, cairan limfe, serta oksigen. Selanjutnya ruku' yang bermanfaat menjaga fungsi serta posisi tulang belakang. Terus sujud yang memompa getah bening ke leher dan ketiak, bahkan bermanfaat bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. Hingga salam yang merelaksasikan otot leher dan kepala. Semuanya bermanfaat melancarkan, serta menjaga fungsi organ tubuh. Sebagai latihan juga relaksasi bagi tubuh.