5 tahun yang lalu, kalo ga salah bulan Juni 2007, hari apa saya lupa. Tapi pada hari itulah hari pertama saya menjejakkan kaki saya di pondok
Darussalam, dengan status santri. Banyak suka-duka yang saya rasakan, bayak teman-teman yang menghiasi hari-hari saya, banyak pelajaran yang saya ambil dan terima dari pondok tercinta ini. Sekarang, tepatnya 2 hari yang lalu, 7 Agustus 2012. Saya resmi keluar dari pondok ini dengan status alumni. Tentu saja dengan mengantongi ijazah.
Pada kesempatan kali ini, izinkan saya sedikit merangkum "kisah hidup saya" di postingan kali ini.
TAHUN PERTAMA (2007/2008)
Ini adalah tahun yang paling berbekas di hati saya. Saya, seorang alumni dari sebuah SMP Negeri, tahu agama ala-kadarnya, ibadah sering bolong, banyak maksiat dan lain sebagainya, mendapat hidayah dari Allah untuk masuk ke pondok. saat teman-teman saya mendengar berita ini, gemparlah kota Tanjungpinang. Karena, terus terang saja, dari seluruh penduduk Tanjungpinang, yang belajar di pondok mungkin kurang dari 1%. Saya yang dari awal sudah yakin saya
boro-boro lulus, pasti ga bakal kuat belajar di pondok, ga bakal betah. Tapi ada yang lain yang saya rasakan waktu itu. Ketika shalat subuh di masjid Jami' pondok. Yang pertama kali saya ingat waktu itu adalah kedua orang tua saya. Setelah itu saya ingat semua dosa-dosa saya dulu. Terakhir saya
mikir, kapan kematian akan datang. setelah itu, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya menangis. Betul-betul
menangis saat shalat. Akhirnya saya bulatkan tekad saya,
saya akan bersungguh-sungguh di pondok ini, walaupun saingan saya kebanyakan adalah alumni pondok. Maka, mulai hari itu, saya belajar di pondok dengan sungguh-sungguh. Tak terasa, hari pengumuman hasil ujian penerimaan siswa baru tiba,
saya lulus ga ya?, batin saya sambil mendengar nama-nama santri yang diterima yang dibacakan di lapangan.
"Nomor 898, Ananda Zulfian W Alwihkan",
Alhamdulillah saya lulus! Maka mulailah setahun yang panjang beradaptasi dari kehidupan diluar pondok menjadi hidup didalam pondok. Dan ajaibnya saya bisa masuk ke kelas teratas se-angkatan. Mengalahkan alumni-alumni pondok. Juga sempat menjadi pengibar bendera pondok, dan diajak bergabung dengan klub bola, DJ (
Darma Jaya). Alhamdulillah.