Tanggal 8 September, hari dimana aku menjejakkan kakiku untuk pertama kali di pondok tercinta,
Darul Muttaqien, Banyuwangi. Cabang dari pondok
Darussalam yang berada di Ponorogo. Masih terngiang dikepalaku ucapan-ucapan para wali-wali santri saat yudisium dulu,
"Darul Muttaqien tu jauh, susah kalau mau kesana" , "Disana tu hutan semuanya, sepi!", "anak-anaknya nakalnya na'udzubillah", "berat ngabdi disana, kan ga ada kuliahan", "pokoknya kalau bisa jangan disana". Dulu aku sempat berfikir,
Ya Allah, begitu besarkah dosa hamba-Mu ini, hingga kau tempatkan hamba disana?. Sudah terbayang dikepalaku bagaimana bentuk pondok ini, kecil, suram, terpencil, kiri-kanannya hutan, sepi. Belum ditambah dengan santri-santri yang tingkat kenakalannya tinkat dewa.
Ya Allah!
Tapi semuanya berlangsung cepat.