Sabtu, 26 April 2014
Tak pernah sedikitpun terbesit untuk membenci,
Tak pula untuk menjauh pergi,
Tak pula untuk menjauh pergi,
Tak juga untuk menghilang dari hari,
Aku hanya butuh sedikit waktu untuk duduk sendiri,
Sekedar merenungi apa yg telah terjadi,
Sejenak memikirkan apa yg akan datang nanti,
Dan akhirnya, menyadari akhir semua ini.
Maaf teman,
Aku tak bisa membencimu.
Maaf sahabat,
Aku tak bisa menjauh darimu.
Maaf dek,
Aku ingin berteman denganmu, lagi.
Aku ingin berteman denganmu, lagi.
Masihkah kamu izinkan?
Menunggu maafmu,
Aku
Selasa, 08 April 2014
Fenomena
Cinta mungkin adalah salah satu anugerah terindah yang Allah berikan pada makhluknya. Ia nya tak mengenal masa, usia, raga, dan dimensi yang memisahkan antara kedua manusia. Manusia tumbuh dengan cinta orang tua dan keluarga, berkembang dengan cinta teman dan lingkungannya, dan dewasa dengan cinta kepada pasangannya. Tapi cinta yang terbesar tetaplah milik Allah bagi setiap hambanya.
Entah sejak kapan manusia mulai mengenal cinta kepada lawan jenisnya, cinta yang melebihi sekedar kecintaan seorang teman terhadap temannya, kecintaan seorang sahabat kepada sahabatnya. Cinta kadang berlawanan dengan akal manusia. Manusia terkadang tak memiliki keinginan untuk mencintai lebih dari haknya, tapi cinta bukanlah ilmu yang bisa dipelajari, dikembangkan, dan dihasilkan dari usaha demi usaha. Ia kadang tumbuh di hati manusia dari pertemuan singkat, berkembang dengan senyuman hangat, dan bersemi dengan perhatian yang tersurat.
Cinta adalah fitrah, tak ada yang salah dengan memiliki perasaan cinta. Mencintai adalah anugrah, dicintai adalah berkah. Semuanya datang dari Allah, Zat yang kepada-Nya terpulang seluruh rasa cinta.
Sayang, sebagian manusia salah dalam menyikapi cinta. Terjerumus dalam jurang yang fana, tersesat dalam gua yang hampa. Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan cinta, yang salah hanyalah bagaimana kita menyikapinya. Karena cinta hanya bisa menjadi cinta yang hakiki apabila disikapi dengan tepat; menikah.
Minggu, 23 Februari 2014
Dalam Do'a
Kita tak sejalan, tak pula seirama
Kita terpisahkan di dua dunia yg berbeda
Terlalu jauhkah kita berjalan berlawanan arah?
Atau hanya aku yg kehilangan arah?
Entahlah,
Waktu telah mendidik kita untuk dewasa
Untuk mengerti arti dari setiap pertanda
Hidup, berjumpa, berpisah dan musnah
Habiskah waktu kita untuk melangkah?
Entahlah,
Kita tak pernah ada
Di dunia yg tua ini, kita hanya sebuah kata
Apakah hanya aku yg bermimpi?
Apakah hanya aku yg bermimpi?
Apa yg terjadi saat aku terbangun nanti?
Entahlah,
Terlalu sulit untuk bersama
Terlalu tak mungkin untuk bernyawa
Tapi semoga kita akan hidup nanti,
Dalam do'a ku, kita bersama suatu hari
- edisi Galau, part kesekian.
Jumat, 03 Januari 2014
It's FAITH. It's IMAN
Dialog ini adalah hasil copy-paste dari grup IKMP Malaysia yg di posting oleh bang Hardi. Tulisan beliau bersumber darimana, wallahu a'lam. Tapi tulisan ini "berisi" dan layak untuk dibagikan. Read it, and increase your faith.
***
Student : Yes, sir.
Professor: So, you believe in GOD?
Student : Absolutely, sir.
Professor : Is GOD good?
Student : Sure.
Professor: Is GOD all powerful?
Student : Yes.
Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?
(Student was silent.)
Jumat, 27 Desember 2013
CGPA
Semester 2. Mulai berjibaku dengan subjek-subjek inti berbahasa Inggris dari jurusan Ushuluddin and Comparative Religion. Hal ini, sebenarnya cukup memberikan tekanan batin kepada aku yg tak terlalu mahir berbahasa Inggris (dan tentunya karena ekspektasi awal bahasa yg digunakan dalam fakultas studi Islam adalah bahasa Arab, huhuu). Setelah 4 bulan penuh perjuangan mendengarkan dengan seksama apa yg dosen terangkan, menulis lembar-lembar assignment dan laporan yg menumpuk, maju ke depan kelas untuk presentasi, dan mid-term demi mid-term yg killing me slowly (dan semuanya dengan bahasa Inggris!), tibalah aku di penghujung semester. Final Weeks!
Kemarin adalah hari pertama aku menghadapi ujian ini. Paper pertama yg benar-benar hanya berbahasa Inggris (semester sebelumnya aku hanya mengambil subjek-subjek dasar yg berbahasa Arab). Waktu yg diberikan untuk ujian ini adalah 2 jam, tapi aku hanya butuh 1 jam 20 menit untuk sadar, i have no idea to write more than this! Aku mulai terpikir, aku masih punya 5 semester lagi disini, dan hal seperti inilah yg akan kulalui selama dua setengah tahun kedepan. Kontras dengan semester pertamaku disini. Bagiku, semester pertama benar-benar menjadi ajang untuk menunjukkan hasil dan kualitas didikan pondok selama 5 tahun dalam berbahasa Arab. Tanpa berniat sombong, CGPA semester pertama ku masih bisa digolongkan tinggi (alhamdulilah). Tapi setelah satu ujian yg kulewati kemarin, aku mulai mempertanyakan diriku sendiri, mampukah aku mempertahankan CGPA ku? Sejenak, awan mendung mulai menutupi senja hari itu.
Kemarin adalah hari pertama aku menghadapi ujian ini. Paper pertama yg benar-benar hanya berbahasa Inggris (semester sebelumnya aku hanya mengambil subjek-subjek dasar yg berbahasa Arab). Waktu yg diberikan untuk ujian ini adalah 2 jam, tapi aku hanya butuh 1 jam 20 menit untuk sadar, i have no idea to write more than this! Aku mulai terpikir, aku masih punya 5 semester lagi disini, dan hal seperti inilah yg akan kulalui selama dua setengah tahun kedepan. Kontras dengan semester pertamaku disini. Bagiku, semester pertama benar-benar menjadi ajang untuk menunjukkan hasil dan kualitas didikan pondok selama 5 tahun dalam berbahasa Arab. Tanpa berniat sombong, CGPA semester pertama ku masih bisa digolongkan tinggi (alhamdulilah). Tapi setelah satu ujian yg kulewati kemarin, aku mulai mempertanyakan diriku sendiri, mampukah aku mempertahankan CGPA ku? Sejenak, awan mendung mulai menutupi senja hari itu.
Senin, 28 Oktober 2013
Malu dan Takut
Senin, senja kala hujan turun. Hari ini aku menulis lagi setelah sekian lama absen dari dunia maya ini. Entahlah, aku rindu menulis lagi, bercerita dan sedikit berbagi perasaanku. Entahlah.
***
Setiap orang pernah melakukan kesalahan bahkan mungkin suatu pekerjaan buruk dalam hidupnya, pernah melakukan ataupun sedang, telah berhenti ataupun masih berlanjut. Mungkin bagi sebagian orang, melakukan pekerjaan tadi adalah suatu hal yg biasa saja, lumrah dan maklum. Tak ada masalah orang lain mengetahuinya dengan alasan "terima apa adanya". Tapi sebagian yg lain, membiarkan orang lain mengetahui apa yg kita lakukan adalah sangat memalukan. Karena ia adalah aib yg harus ditutup, rahasia yg harus disimpan. Takut. Sedikit berbahagialah anda yg masih merasakan takut; sebuah fitrah manusia yg sering disalah-posisikan.
Aib ada untuk disembunyikan. Ia tak bisa dilenyapkan, selalu ada dan selalu menjadi mimpi buruk bagi manusia. Pernahkah terpikir, suatu hari nanti saat anda terbangun dari tidur lelap anda, keluar dari rumah di bawah sinar matahari yg hangat seperti biasa, dan ternyata semua orang di sekitar anda tahu aib anda? Pernahkah terbayang, apa yg akan terjadi hari itu, apa yg akan anda lakukan, dan bagaimana anda akan melanjutkan hidup anda? Malu? Sekali lagi berbahagialah jika anda masih termasuk golongan yg merasakan fitrah manusia yg perlahan mulai hilang.
Takut untuk mendengar kenyataan bahwa aib anda terbongkar?
Malu untuk melihat semua orang setelah aib anda terbongkar?
Ketahuilah, aib selamanya adalah aib. Tak lebih dari hal yg setiap manusia takutkan untuk terbongkar, tak juga dari hal yg akan meninggalkan rasa malu ketika ia terbongkar.
Jika takut dan malu yg kita rasakan kepada manusia sangat besar, maka kepada Allah? Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui apa yg manusia sembunyikan.
إنما ذلكم الشيطان يخوف أولياءه فلا تخافوهم و خافوني إن كنتم مؤمنين
Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaithan yg menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yg beriman - Ali Imran 175
Sadarilah satu hal, ketika hari dimana semua mimpi buruk ini menjadi nyata adalah hari dimana Allah menegur kita, memperlihatkan betapa lemah dan hinanya manusia, dan meminta kita untuk kembali ke sisiNya.
Kembalilah selagi masih ada waktu, berbuatlah kebaikan selagi masih ada nafas, sebelum Allah pertunjukkan semuanya di hari yg tak ada lagi perlindungan kecuali dariNya.
و اتقوا يوما ترجعون فيه إلى الله ثم توفى كل نفس ما كسبت و هم لا يظلمون
Dan peliharalah dirimu dari (azab yg terjadi pada) hari yg pada waktu itu semya dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diberi balasan yg sempurna terhadap apa yg dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya - Al Baqarah 281
-sebuah catatan untuk diri sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)
